Beraneka pilihan barangan seramik untuk perhiasan rumah dan juga sebagai cenderahati untuk majlis perkahwinan.
Untuk keterangan lanjut sila klik link di bawah :-
http://seramiksemanggol.blogspot.com

Monday, February 22, 2010

Daily Hadith:Loans - 9th Rabi' al-Awwal 1431 (23rd February 2010)

Bismillah Walhamdulillah Was Salaatu Was Salaam 'ala Rasulillah

As-Salaam Alaikum Wa-Rahmatullahi Wa-Barakatuhu

Loans - 9th Rabi' al-Awwal 1431 (23rd February 2010)

Narrated Abu Dhar (Radi-Allahu 'anhu):

Once, while I was in the company of the Prophet (Sallallahu 'Alaihi Wa
Sallam), he saw the mountain of Uhud and said, "I would not like to have
this mountain turned into gold for me unless nothing of it, not even a
single Dinar remains of it with me for more than three days (i.e. I will
spend all of it in Allah's Cause), except that Dinar which I will keep for
repaying debts." Then he said, "Those who are rich in this world would have
little reward in the Hereafter except those who spend their money here and
there (in Allah's Cause), and they are few in number." Then he ordered me
to stay at my place and went not far away. I heard a voice and intended to
go to him but I remembered his order, "Stay at your place till I return."
On his return I said, "O Allah's Apostle! (What was) that noise which I
heard?" He said, "Did you hear anything?" I said, "Yes." He said, "Gabriel
came and said to me, 'Whoever amongst your followers dies, worshipping none
along with Allah, will enter Paradise.' " I said, "Even if he did
such-and-such things (i.e. even if he stole or committed illegal sexual
intercourse)" He said, "Yes."

Bukhari Vol. 3 : No. 573

Saturday, February 13, 2010

Ni la akibatnya... Ada yang betul cari yang salah...

Dua beranak tak mengaku perdaya 93 pelabur RM1j



2010/02/10

KUALA LUMPUR: Seorang pengarah eksekutif Syarikat Island Red Cafe Franchise Sdn Bhd dan anak lelaki yang juga pengarah syarikat terbabit, mengaku tidak bersalah di Mahkamah Sesyen Ampang terhadap tiga pertuduhan menipu dan memperdayakan 93 pelabur lebih RM1 juta.

Kedua-dua mereka, Teow Wooi Huat, 44, dan anaknya, Teow Chee Chow, 21, didakwa melakukan ketiga-tiga kesalahan itu di syarikat terbabit di Pandan Indah antara 1 Januari 2008 dan 28 Februari 2009. Dalam pertuduhan pertama, mereka didakwa dengan niat menipu dan memperdayakan 93 orang untuk membuat pelaburan dalam program ‘Island Red Cafe’ dan pelabur itu sudah membayar sebanyak RM1,040,400 kepada syarikat terbabit. Anak-beranak itu juga didakwa melakukan kesalahan mengikut Seksyen 366(3) Akta Syarikat 1965, dan boleh dihukum di bawah akta yang sama yang membawa hukuman denda RM30,000 atau tujuh tahun penjara atau kedua-duanya jika sabit kesalahan. Kedua-dua mereka juga menghadapi pertuduhan kedua dengan didakwa sengaja melanggar peruntukan Seksyen 15(1)(d) Akta Syarikat 1965, iaitu mempelawa orang awam untuk mendepositkan wang RM21,320,100 ke dalam akaun syarikat itu bagi tujuan memasuki program ‘Island Red Cafe’ untuk tempoh lima tahun.


Mereka didakwa mengikut Seksyen 27(8) Akta Syarikat 1965 dan boleh dihukum denda sehingga RM250,000 atau penjara sehingga 10 tahun jika sabit kesalahan. Anak-beranak itu turut menghadapi pertuduhan ketiga iaitu menawarkan kepada orang awam untuk membeli saham syarikat melalui satu program yang dikenali sebagai ‘Program Island Red Cafe’, walhal sewaktu tawaran itu dibuat ia bukanlah perniagaan biasa yang menjalankan perniagaan jual-beli saham.


Noradidah menetapkan 9 Mac depan untuk sebutan bagi membolehkan mereka melantik peguam. - Bernama.

Kesian....

Sunday, February 7, 2010

Selingan agama

Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Tidak diragukan lagi kedudukan orang yang berilmu disisi Allah adalah lebih tinggi beberapa derajat. Hanya orang-orang yang berilmu & berakal lah manusia dapat memahami kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta beserta segala isinya.

Demikian mulia kedudukan orang yang berilmu sehingga Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadis :

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yangmengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bahgian yang paling banyak. (1)

Siapa kah orang yang tidak mau di doakan oleh malaikat dan makhluk-makhluk Allah yang ada di bumi?? Sungguh hal tersebut adalah suatu kemuliaan yang besar.

Seperti kata pepatah “No pain, no gain” (tidak ada yang akan kita dapatkan tanpa pengorbanan) , maka untuk mencapai kemuliaan yang bernama ilmu itu pasti ada cubaan yang harus kita hadapi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menghalangi sampainya kemuliaan ilmu kepada seseorang :

1. Niat yang rosak

Niat adalah dasar dan rukun amal. Apabila niat itu rusak maka rusaklah seluruh amalannya. Sebagaimana sabda Rasulullah “Amal itu tergantug niatnya, dan seseorang akan mendapatkan apa yang diniatkan…” (2)

Imam Malik bin Dinar (wafat th.130 H) rahimahullah mengatakan,”Barangsi apa mencari ilmu bukan karena Allah Ta’ala maka ilmu itu akan menolaknya hingga ia dicari hanya karena Allah.”

2. Ingin Terkenal dan Ingin Tampil

Coba kita ingat mungkin terkadang saat kita belajar terbersit di hati kita “Supaya jadi rangking 1 atau jadi juara umum dan dikenal orang?? Ya, ingin terkenal dan ingin tampil adalah penyakit kronik. Tidak seorang pun yang bisa selamat darinya kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhana Wa Ta’ala. Hal itu lebih dikenal dengan sebutan riya. Rasulullah sangat mengkhawatirkan adanya penykit ini pada umatnya. Karena seringkali penyakit itu halus hingga muncul tanpa kita sadari, hingga Rasulullah mengibaratkan bahwa penyakit riya itu seperti semut hitam, di batu hitam pada malam yang gelap. Bayangkan, hampir tak kelihatan kan?? So, be careful.

Rasulullah bersabda,”….sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah kesyirikan dan syahwat tersembunyi.” (3)

Mahmud bin Ar-Rabi berkata : “syahwat yang tersembunyi maksudnya adalah seseorang ingin / senang apabila kebaikannya dipuji oleh orang lain. Hendaknya kita behati-hati terhadap penyakit ini, karena Allah memperingatkan dalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wassallam :

“Barangsiapa yang menyiarkan amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya. Dan banrangsiapa yang beramal karena riya maka Allah akan membuka niatnya di hadapan manusia pada hari kiamat.” (4) Naudzubillahi mindzalik.

3. Lalai Menghadiri Majlis Ilmu

Jika kita tidak memanfaatkan majlis ilmu yang dibentuk dan pelajaran yang disampaikan, niscaya kita akan gigit jari sepenuh penyesalan. Kalau kebaikan yang ada di majlis ilmu hanya berupa ketenangan dan rahmat Allah yang meliputi mereka, maka dua alasan itu saja seharusnya sudah cukup sebagai pendorong untuk menghadirinya. Apalagi jika seseorang mengetahui bahwa orang yang menghadiri majlis ilmu –insyaAllah- mendapatkan dua keberuntungan, yaitu ilmu yang bermanfaat dan ganjaran pahala di akhirat!

4. Beralasan dengan banyaknya kesibukan

Alasan ini seringkali dijadikan syaitan sebagai alasan menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Coba dihitung, Allah memberikan kita 24 jam, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk istirihat, masih ada 8 jam lagi… apa yang selama ini telah kita lakukan untuk memanfaatkan sisa waktu itu?

5. Menyia-nyiakan kesempatan belajar di waktu kecil

Allah Ta’ala berfirman : ”Dan beribadahlah kepada Rabb-mu hingga datangnya kematian.” (QS.Al-Hijr : 99)

Karena itu, mari kita semua para remaja, maupun orang tua, laki-laki maupun wanita, kita bertaubat pada Allah Ta’ala atas apa yang telah luput dan berlalu. Sekarang, kita mulai menuntut ilmu, menghadiri majlis ta’lim, belajar dengan benar dan sungguh-sungguh dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya sebelum ajal tiba.

Ketika ditanya pada Imam Ahmad, ”Sampai kapankah seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau pun menjawab ”sampai meninggal dunia.”

6. Bosan dalam menuntut ilmu

Diantara penghalang menuntut ilmu adalah merasa bosan dan beralasan dengan berkonsentrasi mengikuti peristiwa yang sedang terjadi. Ilmu yang kita cari seharusnya mendorong kita untuk mengetahui keadaan kita sendiri. Kita tidak akan bisa mengatasi berbagai masalah dan musibah yang menimpa kecuali dengan meletakkannya pada timbangan syariat. Seorang penyair mengatakan : ” Syariat adalah timbangan semua permasalahan dan saksi atas akar masalah dan pokoknya” (5)

Bosan itu adalah penyakit. Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit melainkan ada obatnya. Tidaklah musibah terjadi melainkan ada penyelesaiannya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu, kita harus melawan rasa bosan yang terkadang timbul saat kita belajar. Belajarlah sampai Anda mendapatkan nikmatnya ilmu.

7. Menilai Baik Diri Sendiri

Maksudnya adalah merasa bangga apabila dipuji dan merasa senang apabila mendengar orang lain memujinya. Allah TA’ala berfirman : ”Maka janganlah kamu merasa dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An-Najm : 32)

8. Tidak Mengamalkan Ilmu

Tidak Mengamalkan Ilmu merupakan salah satu sebab hilangnya keberkahan ilmu. Allah Ta’ala benar-benar mencela orang yang melakukan ini dalam firmanNya : ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan hal yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa saja yang tidak kamu kerjakan (QS.Ash-Shaff : 3)

9. Putus Asa dan Rendah Diri

Allah berfirman : “Dan Allah mengeluarkankamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl : 78)

Putus Asa dan Rendah Diri adalah salah satu penghalang ilmu. Semua manusia diciptakan dalam keadaan sama yang tidak mengetahui sesuatu pun. Jangan merasa rendah diri dengan lemahnya kemampuan menghafal, lambat membaca atau cepat lupa. Selain itu menjauhi maksiat adalah sebab paling utama dalam menguatkan hafalan dan memperoleh ilmu.

10. Terbiasa Menunda-Nunda

Yusuf bin Asbath rahimahullah mengatakan : ”Muhammad bin samurah pernah menulis surat kepadaku sebagai berikut : ” Wahai saudaraku janganlah sifat menunda-nunda menguasai jiwamu dan tertanam di hatimu karena ia membuat lesu dan merusak hati. Ia memendekkan umur kita, sedangkan ajal segera tiba… Bangkitlah dari tidurmu dan sadarlah dari kelalaianmu! Ingatlah apa yang telah engkau kerjakan, engkau perlekehkan, engkau sia-siakan, engkau hasilkan dan apa yang telah engkau lakukan. Sungguh semua itu akan dicatat dan dihisab sehingga seolah-olah engkau terkejut dengannya dan engkau sadar dengan apa yang telah engkau lakukan, atau menyesali apa yang telah engkau sia-siakan.” (6)

11. Belajar kepada Ahlul Bid’ah

Seorang penuntut ilmu tidak boleh belajar pada ahlul bid’ah karena ahlul bid’ah merasa ridha terhadap sesuatu yang menyelisishi agama Allah, seolah-olah ia mengatakan bahwa Allah Ta’ala belum menyempurnakan agama ini dan Rasulullah belum menyampaikan seluruh risalah.

12. Tergesa-gesa ingin memetik buah ilmu

Seorang penuntut ilmu tidak boleh tergesa-gesa dalam usahanya memperoleh ilmu, karena belajar adalah proses seumur hidup. Terutama yang berkaitan dalam masalah agama tidak cukup dilakukan dalam waktu satu atau dua tahun belajar.Imam Yahya bin Abi Katsir rahimahullah mengatakan,”Ilmu tidak bisa diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan”

Imam Ibnu Madini rahimahullah mengatakan,”Dikataka n kepada Imam As-Sya’bi ’Darimana Anda peroleh semua ilmu ini?’ Beliau menjawab,’Dengan tidak bergantung pada manusia, menjelajahi berbagai negeri, bersabar seperti sabarnya benda mati, dan berpagi-pagi mencarinya seperti pagi-paginya burung gagak.”

Disarikan dari : Menuntut Ilmu Jalan Menuju Syurga, karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas (Pustaka At-Takwa : 1428 H)

Catatan Kaki:

Hadist Shahih, diriwayatkan oleh ahmad, abu Dawud, attirmidzi, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban [1]
hadist shahih riwayat Al-Bukhari [2]
hadist shahih riwayat Thabrani [3]
HR.Bukhari-shahih [4]
Ishlaahul Masaajid minal Bida’ wal Awaa’id hal.110, karya al-Allamah Muhammad bin Jamaluddin al-Qasimi rahimahullah [5]
dari Iqtida al-Ilmi al’amal [6]

Monday, February 1, 2010

My Portfolio - Brandmark

Defination of Brandmark.

brand: mark with a brand or trademark; "when this product is not branded it sells for a lower price"
wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn

A logo is a graphical element (ideogram, symbol, emblem, icon, sign) that, together with its logotype (a uniquely set and arranged typeface) form a trademark or commercial brand. Typically, a logo's design is for immediate recognition.
en.wikipedia.org/wiki/Brandmark

A simple but strong graphic symbol, often an abstract symbol, that complements an aspect of a business or service and represents a company by ...
www.logosharx.com/logo-design-tips/logo_glossary.htm


Itu antara maksud-maksud disebalik brandmark. Satu proses yang wajid, satu elemen yang penting atau lebih tepat lagi diperlukan dalam sesuatu bentuk komunikasi untuk disampaikan maksud kepada target audience. Di bawah antara contoh-contoh samada yang diluluskan oleh client atau hanya sampai ke peringkat proposal.












  © Blogger template 'Portrait' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP